Menu Tutup

Perbedaan Saham, Forex, Futures dan Option

Perbedaan Saham, Forex dan Futures

Ada beberapa hal yang membingungkan bagi seorang calon investor saham untuk mencoba berinvestasi di saham, salah satunya adalah mengetahui perbedaan saham, forex, futures dan option. Dilihat dari definisinya sebenernya ke empat hal ini sangatlah berbeda. Apa saja perbedaan saham, forex, futures dan option ? Kita bahas dengan sederhana di artikel ini 😀

Saham dan forex merupakan dua jenis investasi yang sering  ketuker-tuker bagi orang awam, kadang forex dibilang saham, saham itu forex, dan sebagainya. Persamaan dari 2 jenis investasi ini adalah keduanya bisa ditransaksikan alias bisa ditransaksikan dalam jangka waktu yang pendek, forex malah bisa dalam hitungan detik pengamatannya, dengan harapan mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual dan harga beli.

Walaupun sekilas terlihat serupa, tetapi ada beberapa perbedaan antara saham dan forex. Mari kita bahas satu per satu perbedaan antara saham dan forex:

  1. Fleksibilitas

Transaksi di forex lebih fleksibel daripada saham. Transaksi di forex bisa dilakukan selama 24 jam (Senin-Jumat) sedangkan transaksi di saham hanya dari pagi-sore, jika di pasar saham Indonesia mulai jam 09.00 – 16.00 WIB sesuai dengan jam perdagangan resmi Bursa Efek Indonesia. Kemudian transaksi di forex bisa mendapatkan keuntungan dalam dua arah (long dan short). Jadi kita bisa untung saat harga naik atau turun. Sedangkan di pasar saham lokal hanya bisa long. Kita cuma bisa untung kalau harga saham naik.

  1. Biaya Transaksi

Untuk transaksi forex, broker mengambil biaya jasa dari perbedaan harga bid dan ask. Misalnya bila melakukan transaksi Euro, dibebankan komisi 2 pips (2 poin) untuk setiap transaksi. Sedangkan di saham, ada biaya transaksi untuk pembelian dan penjualan saham yang besarnya kisaran 0,15% – 0,3 dari nilai transaksi. Kalau hanya dihitung dari perbandingan spread forex dan biaya transaksi saham, tentu spread terasa lebih murah. Tapi selain spread, broker forex dan emas biasanya juga membebankan biaya inap (swap fee) pada posisi yang belum ditutup dalam hari itu. Biaya swap fee ini cukup besar dan dikenakan per hari. Sedangkan di saham tidak ada biaya inap. Bila membeli saham, maka bisa menyimpan saham tersebut selama mungkin tanpa dikenakan biaya apapun.

 

  1. Manipulasi Harga

Di pasar saham dikenal praktik perbandaran atau menggoreng saham untuk menaikkan atau menurunkan harga secara signifikan. Biasanya dilakukan oleh mereka yang memiliki dana dalam jumlah besar. Tapi hal tersebut dapat dihindari dengan memilih saham-saham berfundamental baik. Di forex, banyak orang mengatakan kalau nilai pasar forex sangat besar sehingga tidak mungkin digoreng atau dimanipulasi. Sebenarnya manipulasi tetap bisa dilakukan, tapi dalam lingkup yang lebih kecil. Broker forex, terutama broker forex yang tidak jelas legalitasnya, bisa memanipulasi harga. Kalau diperhatikan grafik harga forex di tiap broker bisa berbeda-beda. Hal ini tidak terjadi di saham, di semua broker saham, grafik saham sama persis. Kemudian broker forex bisa transaksi melawan kita, misalnya kita ambil posisi long, dia short. Ini berbahaya karena broker tersebut tahu persis posisi kita, karena kita nasabahnya.

  1. Keamanan

Transaksi di pasar saham jauh lebih aman daripada di forex, karena keamanannya dijamin oleh pemerintah. Dana nasabah disimpan di Rekening Dana Investor di bank. Dana nasabah yang belum dibelikan saham juga dijamin oleh pemerintah. Kemudian saham yang dibeli juga aman karena disimpan di institusi pemerintah (KSEI). Di forex atau emas tidak ada jaminan seperti ini. Apalagi kalau transaksi forex dan emas dengan membuka rekening di broker luar negeri yang legalitasnya tidak jelas, sehingga rawan akan kecurangan, misalnya tiba-tiba broker tutup dan uang hilang.

  1. Risiko

Risiko transaksi di saham relatif lebih kecil daripada forex. Dari uraian sebelumnya dapat diketahui, bahwa kita bisa mendapatkan untung dari transaksi forex dalam dua arah. Tetapi banyak orang tidak menyadari bahwa ini juga berarti potensi rugi dalam dua arah. Kemudian transaksi forex juga menggunakan leverage, minimal 1:100 sampai 1:1000. Jadi kita bisa membuka posisi transaksi sampai 100-1000 kali lipat dari modal. Artinya kita bisa cepat untung besar, tapi risikonya juga bisa cepat rugi besar. Maka tidak jarang, banyak trader forex yang uangnya habis dalam semalam karena tidak hati-hati. Di saham, kita hanya bisa membeli saham sesuai besarnya modal, sehingga risiko lebih terukur. Juga fluktuasi harga di forex relatif lebih kejam dari saham. Di forex, harga bisa naik sampai ratusan poin dalam sekejap sehingga dalam waktu singkat membikin bangkrut. Di saham, risiko rugi tetap ada, tapi lebih terukur. Fluktuasi harian harga saham relatif tidak terlalu tajam. Juga tidak mungkin terjadi bangkrut dalam sehari seperti di forex atau emas. Dalam sehari, penurunan maksimal di saham ada batasnya sesuai dengan ketentuan dari Bursa Efek Indonesia.

  1. Yang ditransaksikan

Di saham, kita membeli asset karena saham adalah kepemilikan suatu perusahaan. Bila transaksi gagal, dan merugi, kita bisa beralih menjadi investor. Jika menjadi investor dan hold setahun bisa mendapat dividen. Sedangkan di online forex transaksi kita membeli atau menjual posisi, yang tidak bisa dijadikan investasi. Jadi cuma semacam kontrak posisi yang suatu saat harus ditutup. Kontrak posisi tersebut didiamkan berapa lama pun, tetap menjadi kontrak posisi dengan nilai yang sama sedangkan saham didiamkan dalam jangka panjang nilainya bisa bertambah dan mendapatkan dividen apabila ada pembagian dividen.

Perbedaan antara saham, futures, forex dan option
Perbedaan antara saham, futures, forex dan option

Kemudian, Bagaimana dengan Option dan Futures?

Penjelasan tentang perbedaan saham, forex, futures dan option yang bagian futures dan option ini mungkin agak sedikit berat bahasanya karena memang jenis ini dipakai oleh orang yang sudah paham istilah-istilah keuangan tingkat lanjut :D. Secara sederhananya penjelasannya sebagai berikut :

Futures adalah kontrak yang menetapkan penukaran suatu valuta dalam volume tertentu pada tanggal penyelesaian tertentu. Kontrak futures serupa dengan kontrak forward karena memungkinkan pembeli untuk mengunci harga yang harus dibayarkan bagi suatu valuta tertentu pada suatu waktu di masa depan.

Perbedaan Saham , Forex, Futures dan Option
Perbedaan Saham , Forex, Futures dan Option
 Kontrak Currency FuturesKontrak Currency Forward
Lokasi PasarDiperdagangkan langsung antara dua pihak yang saling bertemuDiperdagangkan melalui telepon di seluruh dunia
Ukuran KontrakStandarDisesuaikan dengan kebutuhan individual
Tanggal pengiriman/penyelesaianStandarDisesuaikan dengan kebutuhan individual
PelakuBank, pialang, dan perusahaan-perusahaan multinasional. Spekulasi publik umum.Bank, pialang, dan perusahaan-perusahaan multinasional. Spekulasi publik jarang
Deposito penjaminDiperlukan deposito penjamin dalam jumlah kecilTidak diperlukan deposito penjamin, melainkan saldo bank dan lini kredit
Proses kliringDitangani oleh clearing house yang dibentuk oleh bursa. Penyelesaian-penyelesaian transaksi harian ditentukan oleh harga pasar.Penanganan tergantung pada bank-bank dan pialang-pialang individual. Tidak diperlukan clearing house yang terpisah
RegulasiCommodity Futures Transaksi Commission; National Futures AssociationSelf-regulating
LikuidasiSebagian besar oleh transaksi lain yang berlawanan, sangat sedikit oleh pengiriman aktual.Sebagian besar kontrak diselesaikan oleh pengiriman aktual. Sisanya oleh transaksi lain berlawanan
Biaya transaksiBrokerage fee bisa dinegosiasikanDitentukan oleh spread antara harga jual dan harga beli

Option adalah tipe kontrak alternatif yang dapat dibeli atau dijual oleh para spekulan atau perusahaan-perusahaan. Opsi dapat dibeli atau dijual melalui pialang-pialang.

Selain disediakan oleh sejumlah bursa, bank-bank komersial dan perusahaan-perusahaan pialang juga telah mulai menawarkan opsi valuta. Opsi tersebut dirancang sesuai dengan kebutuhan spesifik dari perusahaan. Karena opsi ini tidak baku, semua ketentuannya harus dijelaskan dalam kontrak. Jumlah unit, strike price, dan tanggal jatuh temponya dapat dibuat sesuai keinginan klien. Transaksi ini tidak memerlukan jaminan kredit. Jadi, perjanjian yang dibuat hanya aman sepanjang pihak-pihak yang terlibat memenuhi kewajibannya.

  1. Currency Call Option

Currency Call Option memberikan hak untuk membeli suatu valuta tertentu dengan harga tertentu selama periode waktu tertentu. Harga yang harus dibayarkan pemilik opsi pada saat ingin menggunakan haknya membeli valuta dinamakan dengan exercise price atau strike price, dan tiap opsi memiliki tanggal jatuh tempo bulanan masing-masing.

Call Option dapat dimanfaatkan jika seseorang ingin mengunci harga yang harus dibayarkan bagi suatu valuta di masa depan. Jika kurs spot dari suatu valuta naik melampaui strike price-nya, pemilik call option dapat meng‘exercise’ (yaitu menggunakan) haknya dengan membeli valuta pada strike price yang lebih rendah dari kurs spot. Strategi ini kurang lebih sama dengan strategi yang digunakan oleh pembeli kontrak futures, tetapi kontrak futures mewajibkan pelakunya melakukan sesuatu (yaitu, membeli atau menjual), sementara currency option tidak mewajibkan pembelinya melakukan apapun.

  1. Currency Put Option

Currency Put Option adalah kontrak yang memberikan hak untuk menjual suatu valuta tertentu pada kurs tertentu selama periode waktu tertentu. Sama seperti call option pemilik put option tidak diwajibkan untuk menggunakan hak opsinya. Jadi kerugian potensial maksimum bagi pemilik put option adalah sebesar premium yang dibayarkan pada saat membeli opsi.

Suatu Currency Put Option diklasifikasikan sebagai :

–     in the money; pada saat kurs berjalan lebih kecil dari strike price

–     at the money; pada saat kurs berjalan sama dengan strike price

–     out of  the money; pada saat kurs berjalan lebih tinggi dari strike price

Bagi suatu valuta dan tanggal jatuh tempo tertentu, in the money put option akan memerlukan premium yang lebih tinggi dibandingkan opsi at the money atau out of the money.

Kesimpulannya 

Perbedaan saham, forex, futures dan option sangatlah jelas bukan?:D. Saham merupakan investasi yang paling tepat apabila kita ingin berinvestasi jangka panjang. Tentunya memperhatikan profil risiko dan tujuan keuangan dari masing-masing individu maka akan berbeda juga jenis saham yang tepat dan cocok bagi investor. PintarSaham.id akan siap membantu apabila ada pertanyaan silakan dikolom komentar 😀

Spread the love
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

5 tanggapan pada “Perbedaan Saham, Forex, Futures dan Option

  1. Tyas Dwi Aprilniadi

    website yang baik bagi pemula saham seperti saya. semoga membantu bagi pemula-pemula yang lain juga. 🙂

  2. Agung

    Tapzz infonya, untuk istilah” belum saya mengerti spt valuta strike price kurs spot, dll. IG: siapa_i_n_i

  3. Agung

    Tapzz infonya, untuk istilah” belum saya mengerti spt valuta strike price kurs spot, dll. IG: siapa_i_n_i

    • Tim PIntarSaham.id

      memang untuk futures dan option lebih susah untuk dijelaskan tapi karena kita fokus di saham maka penjelasan tentang futures dan optionnya hanya sebagai pembanding saja 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *