Menu Tutup

Mengapa perusahaan membayar dividen

Mengapa perusahaan membayar dividen

Dividen merupakan secara sederhananya merupakan laba yang diperoleh oleh perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Besarnya jumlah dividen yang dibagikan oleh suatu perusahaan ditentukan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Tentunya masing-masing perusahaan memiliki ketentuan yang berbeda-beda. Ada yang rutin membagikan dividen tiap tahun namun persentasenya tidak tentu, ada juga yang selalu membagikan 100% dari laba seperti Unilever Indonesia Tbk (UNVR), ada juga yang sekitaran 50% dari laba seperti ADMF (Adira Dinamika Multifinance Tbk). Terdapat beberapa alasan mengapa perusahaan membagikan dividen. Ada juga alasan mengapa mereka memilih untuk tidak membagikan dividen.

Perusahaan yang dalam masa pertumbuhan atau growth secara ekspansif biasanya tidak membayarkan dividen karena ingin menginvestasikannya kembali agar memperoleh tingkat pertumbuhan yang lebih baik lagi. Bahkan untuk perusahaan yang tergolong mature ada yang memilih untuk tidak membagikan dividennya karena meyakini bahwa akan lebih baik meningkatkan nilainya (oleh karena itu meningkatkan harga saham) dengan menginvestasikan kembali labanya. Perusahaan-perusahaan yang tidak memberikan dividen biasanya menggunakan uangnya untuk memulai suatu proyek baru, mengakuisisi asset baru, membeli sahamnya kembali atau malah membeli perusahaan lain. Di Indonesia sendiri perusahaan yang tergolong jarang membagikan dividen antara lain LPCK (Lippo Cikarang) karena strategi perusahaan ini yang selalu memilih ekspansi atau ada juga yang tidak membagikan dividen murni karena posisi perusahaan yang sedang rugi sehingga tidak ada yang bisa dibagikan kepada pemilik saham 😀

Dari sudut pandang investor saham di Indonesia, pemberian dividen akan berpengaruh terhadap pajak penghasilan dimana investor yang mendapatkan dividen akan dikenakan pajak penghasilan sebesar 10% dari dividen yang diterima. Hal ini lebih besar dibandingkan pajak penghasilan yang dikenakan ketika menjual suatu saham yang besarnya hanya setengah dari fee sale yang dikenakan.

Perusahaan yang memilih untuk menginvestasikan seluruh labanya dengan tidak memberikan dividen juga bisa jadi karena mereka memerlukan pendanaan yang besar entah itu ekspansi atau sekedar berjaga-jaga dengan kondisi perekonomian ke depan.

Meskipun demikian, untuk perusahaan yang tergolong mature dan kurang memerlukan dana untuk menginvestasikan kembali labanya, serta memiliki pendapatan yang cenderung stabil, terdapat beberapa alasan mengapa memberikan dividen merupakan salah satu ide yang baik. Banyak investor seperti saya sendiri 😀 yang menyukai saham yang memberikan pendapatan rutin tahunan berupa dividen. Investor juga melihat pembayaran dividen sebagai tanda kekuatan perusahaan dan manajemen yang memiliki harapan positif terhadap laba di masa yang akan datang, sehingga akan membuat saham perusahaan tersebut lebih menarik minat investor. Permintaan yang tinggi terhadap saham perusahaan secara langsung akan meningkatkan harga saham perusahaan itu sendiri.

Saham yang rutin membagikan dividen yang tinggi disebut dengan dividen stock income . Dari 500an perusahaan yang bisa kita beli sahamnya di Bursa Efek Indonesia terdapat banyak perusahaan yang tergolong sebagai dividen stock income. Contohnya adalah saham ADMF (Adira Dinamika Multifinance Tbk) saham ini memiliki dividen yield diatas bunga deposito bank. Mungkin untuk artikel selanjutnya saya akan membahas saham-saham mana yang dividen yieldnya (perbandingan antara dividen per lembar dengan harga saham per lembar) yang diatas 6% tiap tahun 😀 jadi nantikan di artikel berikutnya dan jangan lupa untuk bertanya melalui kolom komentar agar lebih jelas belajar tentang sahamnya :D.

Spread the love
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *