Menu Tutup

Pentingnya Melakukan Diversifikasi Saham

diversifikasi saham

Diversifikasi saham merupakan salah satu cara dalam mengelola risiko yang timbul apabila kita berinvestasi saham. Diversifikasi dikenal sebagai salah satu cara dalam mengurangi risiko dalam melakukan investasi. “Don’t put all your eggs in one basket” merupakan kalimat yang paling sering kita dengar jika membahas tentang investasi. Diversifikasi pada intinya menempatkan alokasi asset kita pada beberapa jenis instrumen keuangan, industri ataupun kategori. Tujuannya tentu saja agar memaksimalkan keuntungan yang dapat diraih dengan menempatkan investasi pada sektor yang berbeda.

Pendapat tentang diversifikasi pada investasi sangat disetujui oleh para ahli keuangan maupun profesional yang bergerak di bidang perencanaan keuangan, namun salah satu investor saham terkenal yaitu Warren Buffet terkenal dengan “anti diversifikasi” dengan kutipannya yang menyatakan bahwa “Diversification is protection against ignorance, it makes little sense if you know what you are doing” atau dalam bahasa sederhananya Buffet menyatakan bahwa mempelajari satu atau dua industri lebih dan menggunakan pengetahuan tersebut untuk memperoleh laba dalam membeli saham tersebut akan lebih menguntungkan dibandingkan membeli berbagai jenis perusahaan dari berbagai sektor. Konsep circle of competence yang dicetuskan oleh Buffet bertujuan agar kita ahli pada satu atau dua sektor saja tidak perlu paham semua sektor perdagangan yang ada di bursa saham.

Sebelum membahas lebih jauh lagi tentang diversifikasi ada baiknya kita perlu tahu tentang apa itu risiko. Secara garis besar dalam investasi terdapat 2 jenis risiko yaitu :

  • Risiko Sistematis

Atau dikenal juga sebagai risiko pasar, merupakan risiko yang semua perusahaan akan merasakannya contohnya adalah inflasi, tingkat suku bunga, kondisi politik, perang dan naik turunnya kurs valuta asing. Jenis risiko ini akan mengenai semua jenis perusahaan tanpa pilih-pilih dan tidak dapat dikurangi dengan melakukan diversifikasi.

  • Risiko Tidak Sistematis

Merupakan risiko yang secara spesifik mengenai suatu perusahaan, industri, pasar, ekonomi atau Negara; yang dapat dikurangi dengan melakukan diversifikasi. Salah satu contohnya adalah risiko bisnis dan risiko keuangan. Tujuan dari melakukan diversifikasi adalah agar tentu saja risiko tersebut tidaklah terjadi di saat yang bersamaan. Misal tidak dianjurkan apabila hanya memiliki saham sektor pertambangan saja karena sifat harga komoditas pertambangan yang naik dan turunnya tergantung siklus.

Mengapa anda harus melakukan diversifikasi saham

Salah satu contoh yang dikutip dari investopedia, misal anda memiliki saham yang bergerak di bidang transportasi udara atau pesawat terbang,  karena meningkatnya harga minyak bumi sehingga berpengaruh terhadap naiknya harga avtur (bahan bakar pesawat) yang secara tidak langsung meningkatkan juga beban operasional perusahaan tersebut. Meningkatnya beban maka peluang untuk menurunnya laba tentu saja menjadi besar apalagi industri transportasi pesawat terbang tidak bisa begitu saja menaikkan harga tiket pesawat karena persaingan yang makin ketat (ini ilustrasi sederhananya).

Apabila anda hanya memiliki saham di satu jenis sektor itu saja maka dengan hanya karena ada 1 kejadian saja yaitu naiknya harga minyak bumi mengakibatkan potensi loss yang besar di portofolio saham anda. Berbeda jika anda mendiversifikasi saham ke jenis sektor yang lain selain transportasi udara misalnya saham perusahaan consumer goods. Maka potensi yang terjadi di portofolio bukannya rugi semua (pesawat udara minus consumer good plus). Makin tidak berkorelasi sektor saham-saham yang anda miliki makin terdiversifikasi portofolio sahamnya.

Salah satu cara mendiversifikasi juga adalah dengan menempatkan investasi anda di berbagai jenis aset misal saham dan obligasi (pergerakan kedua jenis investasi ini dikenal saling berlawanan ketika saham sedang bearish atau turun maka obligasi lebih diminati), saham dan reksadana pasar uang, atau saham dan properti tergantung profil risiko yang anda miliki. Sekali lagi tujuan dari diversifikasi adalah meminimalkan risiko yang ada agar hasil investasi yang kita peroleh maksimal 😀

Bisa dilihat dari grafik dibawah tentang siklus pasar dari berbagai jenis sektor dalam pasar modal :

Siklus pasar di Bursa Efek
Siklus pasar di Bursa Efek

Berapa jumlah saham yang dimiliki dalam satu portofolio yang harus anda miliki

Terdapat berbagai macam versi tentu saja dalam pembahasan berapa jumlah saham yang ideal dalam 1 portofolio. Ada yang bilang 8, 10, 15, 20 saham, dari berbagai pendapat tersebut jumlah 15-20 dianggap jumlah yang ideal apabila anda ingin melakukan diversifikasi saham. Pendapat ini didukung oleh Hagstrom pada bukunya The Warren Buffet Way. Tentu saja saham-saham tersebut berasal dari berbagai jenis sektor jadi tidak boleh 1 sektor yang sama.

Kesimpulan

Diversifikasi saham dapat membantu investor mengelola risiko dan mengurangi volatilitas dalam pergerakan harga suatu saham. Meskipun kita melakukan diversifikasi bukan berarti risikonya menjadi nol, risiko akan selalu ada dan salah satu cara menguranginya adalah dengan melakukan diversifikasi. Lebih disarankan apabila anda seorang investor saham untuk menempatkan investasi anda tidak hanya di berbagai jenis sektor industri namun juga di jenis investasi lainnya seperti obligasi, reksadana pasar uang, dan sebagainya. Intinya adalah membuat risiko dan return yang diinginkan terjaga dengan baik.

Spread the love
  • 3
  •  
  •  
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *