Menu Tutup

Definisi Defisit Transaksi Berjalan

Definisi Defisit Transaksi Berjalan
Definisi Defisit Transaksi Berjalan
Definisi Defisit Transaksi Berjalan

Saat ini Indonesia tergolong Negara yang kondisi transaksi berjalannya tergolong defisit, apa yang dimaksud dengan defisit transaksi berjalan?. Hal apa yang dapat terjadi akibat kondisi tersebut? dan apa penyebabnya?. Berikut artikel yang membahasnya yang diambil dan diubah seperlunya dari economicshelp.org. Defisit transaksi berjalan berarti nilai dari barang atau jasa atau pendapatan investasi yang diimpor lebih besar dibandingkan nilai dari yang diekspor.

Mengapa defisit transaksi berjalan dikatakan sebagai suatu hal yang tidak baik bagi perekonomian?

  1. Jika defisit dibiayai melalui pinjaman maka dapat dikatakan itu lebih buruk lagi. Karena dengan melakukan pinjaman akan menyebabkan unsustainable pada jangka panjang dan Negara tersebut dapat terjebak dalam pembayaran bunga hutang yang tinggi. Seperti misalnya Rusia yang tidak mampu membayar hutang luar negerinya di tahun 1998. Negara berkembang lainnya juga memiliki pengalaman yang sama seperti apa yang terjadi di Brazil dan Negara-negara Afrika. Negara dengan pembayaran bunga hutang yang tinggi hanya menyisakan sedikit saja anggaran yang digunakan untuk investasi atau pembangunan.
  2. Salah satu faktor yang menyebabkan krisis di Asia tahun 1997 adalah Negara yang memiliki defisit transaksi berjalan yang besar dengan menarik capital flows (hot money) untuk menutupi defisit tersebut. Namun ketika kepercayaan jatuh, hot money ini kembali ke negaranya yang menyebabkan devaluasi yang besar dan krisis kepercayaan. Hot money disini bukan secara literasi uangnya panas tapi karena pergerakannya yang cepat sehingga identik dengan uang panas.
  3. Jika terjadi defisit transaksi berjalan, maka diperlukan surplus pada financial atau capital account. Hal ini berarti dapat dibiayai melalui lembaga multinasional yang menginvestasikan uangnya di Indonesia dengan cara membeli aset. Terdapat risiko apabila aset yang terbaik dibeli oleh pihak asing sehingga mengurangi potensi pendapatan jangka panjang.
  4. Defisit transaksi berjalan, dapat terjadi apabila terlalu menggantungkan kepada pengeluaran konsumsi dan hal ini tidaklah kompetitif. Hal ini dapat mengakibatkan pertumbuhan yang rendah dalam sektor ekspor. Hal ini juga yang menjadi masalah di negara-negara zona euro – mereka tidak dapat melakukan devaluasi untuk mengembalikan tingkat kompetitif. Hal ini disebabkan oleh defisit transaksi berjalan yang begitu besar dan merupakan faktor dibalik resesi zona euro di tahun 2008 – 2013.
  5. Defisit juga dapat mengakibatkan kurangnya kepercayan investor luar negeri. Oleh karena itu terdapat risiko apabila sewaktu-waktu investor akan mengalihkan investasinya yang dapat menyebabkan turunnya standar kehidupan dan rendahnya kepercayaan dalam melakukan investasi.

Meskipun demikian defisit transaksi berjalan tidaklah selamanya buruk,berikut sisi positif dari adanya defisit transaksi berjalan :

  1. Defisit transaksi berjalan terjadi selama periode inward investment. Inward investment atau Foreign Direct Investment dapat menciptakan pekerjaan dan investasi. Contoh : Amerika Serikat pernah mengalami defisit transaksi berjalan dalam waktu yang lama karena melakukan peminjaman untuk berinvestasi di negaranya. Hal ini menyebabkan pertumbuhan yang lebih tinggi dan dapat membayar hutangnya kembali dan Negara memiliki kepercayaan meminjam dalam bentuk mata uang dollar AS.
  2. Menerapkan floating exchange rate defisit transaksi berjalan yang besar dapat menyebabkan devaluasi yang secara otomatis akan mengurangi level defisitnya.
  3. Defisit transaksi berjalan juga dapat mengindikasikan ekonomi yang kuat, yang sedang tumbuh secara signifikan. Contoh, pertumbuhan defisit di Negara Britania Raya dalam rentang tahun 2015 – 2016 merupakan refleksi bahwa investasi di Britania Raya memberikan return yang tinggi bagi investor asing.

Kesimpulan

  • Tergantung besarnya defisit transaksi berjalan terhadap GDP. Apabila lebih dari 5% maka akan mengakibatkan dampak yang signifikan dan berbahaya.
  • Tergantung bagaimana negara tersebut membiayai defisitnya. Jika melakukan peminjaman dari luar negeri untuk membiaya konsumsi maka secara jangka panjang ini tergolong merusak. Jika melakukan pembiayaan dengan cara menarik modal investasi jangka panjang maka hal ini akan memberikan benefit yang positif.
  • Tergantung juga kepada negaranya. Contohnya Amerika Serikat mungkin saja memiliki sedikit perhatian terhadap defisit transaksi berjalan. Amerika Serikat dapat menarik banyak aliran modal untuk membeli sekuritas dalam bentuk dollar. Namun untuk Negara berkembang akan lebih rentan dengan defisit transaksi berjalan. Karena invetor lebih cepat khawatir apabila terjadi penurunan ekonomi sehingga mencabut modalnya.
Spread the love
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *